Kamis, 09 Januari 2014

DFD penyewaan VCD

ini adalah Data Flow Diagram Zero(level 1) yang digunakan untuk menggambarkan sistem komputerisasi penyewaan VCD. pihak-pihak yang terkait :
a. penyewa
b. pemilik usaha
c. petugas





Komponen-komponen DFD terdiri atas :
 -Terminator
- Proses      
- Alur Data      
- Penyimpan Data (data store)



. Prosedur Penyewaan oleh Penyewa 

Menampilkan IMG_20140109_234119.jpg



pada alur dfd di atas ada 2 terminator yaitu penyewa dan pemilik .. Petugas berada di dalam sistem (yang menjalankan sistem), sehingga tidak perlu digambarkan.
untuk penyewa baru di haruskan membuat kartu anggota terlebih dahulu  . Petugas akan mencatat identitas Penyewa, membuatkan Kartu Anggota kemudian di proses dan menghasilkan kartu anggota penyewa tersebut. setelah pembuatan kartu anggota selesai maka data tersebut akan di rekapitulasi kepada pemilik. penyewa yang sudah mempunyai kartu anggota dapat meminjam film, Penyewa yang akan meminjam film dipersilakan mencari sendiri filmnya, namun, bila mereka enggan mencarinya (tidak ketemu), mereka dapat langsung bertanya ke petugas. Petugas akan mengecek data film yang dicari dan akan dipinjam tersebut ke file di komputer. Hasil pengecekan itu diinformasikan kepada Penyewa. Bila film dicari ada dan mereka mau meminjamnya, maka si Penyewa harus menyerahkan Kartu Anggotanya dan uang sewanya.



Adakalanya, petugas yang tidak yakin akan keanggotaan si Penyewa, dia melakukan cek keanggotaan ke file komputer. Bila ternyata data keanggotaannya tidak ada, maka si Petugas akan melakukan penolakan (pembatalan transaksi).Bila benar anggota, maka Petugas akan mencatat data film yang dipinjam si Penyewa tersebut (transaksi) dan akan menyerahkan kembali Kartu Anggota dan film yang akan dipinjam tersebut ke Penyewa. untuk mendapatkan laporan keuangan ,setelah terjadi transasksi antara peminjam dan penyewa data tersebut akan di proses pada rekapitulasi harian keuangan kepada pemilik dan akan tercetak laporan peminjaman VCD tersebut.





Kamis, 02 Januari 2014

Data flow diagram forcontinuous manufacturing systems


Dalam pemodelan system, kita perlu menggambarkan fitur dinamis. Bagaimana menyelesaikan tugas. Bukan hanya struktur statis. Alasan untuk fitur dinamis adalah karena meningkatnya kompleksitas dan sifat saling perangkat lunak. Selain itu dalam aplikasi dunia nyata kebutuhan pengguna yang terus bertambah dan aturan bisnis terus berkembang, bahkan jika sebagian besar objek dan hubungan tingkat objek tetap sama. Personil sering menyebabkan masalah lain dalam evolusi software. Untuk mendukung penggunaan kembali perangkat lunak,”tertanam” informasi dinamis harus di identifikasikan dan di validasi.

Analisis :


Mengidentifikasi objek kunci dan hubungan mereka dalam domain.
Mengidentifikasi fungsi utama dalam domain dan menghubungkan dua objek atau hubungan atau fungsi secara langsung di pengaruhi atau terpengaruh oleh yang lain,
Langkah 3 di ulang sampai semua objek yang relevan, hubungan dan fungsi diperiksa. Struktur kasual untuk masalah manufaktur diskrit di tunjukan dalam gambar 9. Hubungan urutan lebih rendah antara objek dapat secara eksplisit di tentukan, misalnya, posisi produk laporan sensor. Struktur kausal merupakan perspektif ketergantungan jalan-sentris bidang masalah. Melengkapi aspek sentries komponen di gambarkan dalam model objek.  Pandangan kausal menjelaskan bagaimana komponen atau taks terhubung. Pandangan ini dapat di representasikan pada berbagai tingkat abstraksi dan berguna untuk komunikasi antar pemangku kepentingan dan layak untuk system rawatan, karena perilaku system mau berkembang sebagai perubahan persyaratan. Namun, pandangan statis dapat tetap sama bahkan jika perilaku system telah di modifikasi. Struktur kausal untuk system manufaktur diskrit dapat di gunakan kembali untuk mengidentifikasi dan transfer ke system manufaktur terus-menerus dengan modifikasi karena perbedaan antara kedua domain.

Sumber : Springer-Verlag London Limited 2006

pembuatan DFD, fungsi dan tentang DFD

Disini kita akan membahas tentang cara pembuatan DFD , fungsinya dan tentang DFD.

DATA FLOW DIAGRAM ( DFD )
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.
DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.
Didalam DFD terdapat 3 level, yaitu :

Diagram Konteks : menggambarkan satu lingkaran besar yang dapat mewakili seluruh proses yang terdapat di dalam suatu sistem. Merupakan tingkatan tertinggi dalam DFD dan biasanya diberi nomor 0 (nol). Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran-aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram ini sama sekali tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan.
Diagram Nol (diagram level-1) : merupakan satu lingkaran besar yang mewakili lingkaran-lingkaran kecil yang ada di dalamnya. Merupakan pemecahan dari diagram Konteks ke diagram Nol. di dalam diagram ini memuat penyimpanan data.
Diagram Rinci : merupakan diagram yang menguraikan proses apa yang ada dalam diagram Nol.

FUNGSI DFD
Fungsi dari Data Flow Diagram adalah :
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.
DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

SYARAT MEMBUAT DFD
Syarat-syarat pembuatan DFD ini adalah :
1. Pemberian nama untuk tiap komponen DFD.
2. Pemberian nomor pada komponen proses.
3. Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat.
4. Penghindaran penggambaran DFD yang rumit.
5. Pemastian DFD yang dibentuk itu konsiten secara logika.
TIPS DALAM MEMBUAT DFD
Berikut ini tips-tips dalam membuat DFD :
Pilih notasi sehingga proses yang didekomposisi atau tidak didekomposisi dapat dibaca dengan mudah.
Nama proses harus terdiri dari kata kerja dan kata benda.
Nama yang dipakai untuk proses, data store, dataflow harus konsisten (identitas perlu).
Setiap level harus konsisten aliran datanya dengan level sebelumnya.
Usahakan agar external entity pada setiap level konsisten peletakannya.
Banyaknya proses yang disarankan pada setiap level tidak melebihi 7 proses.
Dekomposisi berdasarkan kelompok data lebih disarankan (memudahkan aliran data ke storage yang sama).
Nama Proses yang umum hanya untuk prose yang masih akan didekomposisi.
Pada Proses yang sudah tidak didekomposisi, nama Proses dan nama Data harus sudah spesifik.
Aliran ke storage harus melalui proses, tidak boleh langsung dari external entity.
Aliran data untuk Proses Report .. : harus ada aliran keluar. Akan ada aliran masuk jika perlu parameter untuk mengaktifkan report.Aliran data yang tidak ada datastorenya harus diteliti, apakah memang tidak mencerminkan persisten entity (perlu disimpan dalam file/tabel), yaitu kelak hanya akan menjadi variabel dalam program.
LANGKAH MEMBUAT/MENGGAMBAR DFD
Tidak ada aturan baku untuk menggambarkan DFD. Tapi dari berbagai referensi yang ada, secara garis besar langkah untuk membuat DFD adalah :
1. Identifikasi Entitas Luar, Input dan Output
Identifikasi terlebih dahulu semua entitas luar, input dan ouput yang terlibat di sistem.
2. Buat Diagram Konteks (diagram context)
Diagram ini adalah diagram level tertinggi dari DFD yang menggambarkan hubungan sistem dengan    lingkungan luarnya. Caranya :
• Tentukan nama sistemnya.
• Tentukan batasan sistemnya.
• Tentukan terminator apa saja yang ada dalam sistem.
• Tentukan apa yang diterima/diberikan external entity dari/ke sistem.
• Gambarkan diagram konteks.
Diagram ini adalah dekomposisi dari diagram konteks. Caranya :
Tentukan proses utama yang ada pada sistem.
Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing proses ke/dari sistem sambil memperhatikan konsep keseimbangan (alur data yang keluar/masuk dari suatu level harus sama dengan alur data yang masuk/keluar pada level berikutnya).
Apabila diperlukan, munculkan data store (master) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
Hindari perpotongan arus data.
Beri nomor pada proses utama (nomor tidak menunjukkan urutan proses).


4. Buat Diagram Level Satu
Diagram ini merupakan dekomposisi dari diagram level zero. Caranya :
Tentukan proses yang lebih kecil (sub-proses) dari proses utama yang ada di level zero.
Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing sub-proses ke/dari sistem dan perhatikan konsep  keseimbangan.
Apabila diperlukan, munculkan data store (transaksi) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
Hindari perpotongan arus data.
Beri nomor pada masing-masing sub-proses yang menunjukkan dekomposisi dari proses sebelumnya.Contoh : 1.1, 1.2, 2

umumnya kesalahan pembuatan DFD :
Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output. Kesalahan ini disebut dengan black hole (lubang hitam), karena data masuk ke dalam proses dan lenyap tidak berbekas seperti dimasukkan ke dalam lubang hitam.
Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input. Kesalahan ini disebut dengan miracle (ajaib), karena ajaib dihasilkan output tanpa pernah menerima input.
Input yang masuk tidak sesuai dengan kebutuhan proses.
Data Store tidak memiliki keluaran.
Data Store tidak memiliki masukan.
Hubungan langsung antar entitas luar.
Masukan langsung entitas data store.
Keluaran langsun dari data store ke Entitas luar.
Hubungan langsung antar data store.
Data masukan dan keluaran yang tidak bersesuain dalam data store.

sumber :
http://fairuzelsaid.wordpress.com/2010/01/08/analisis-sistem-informasi-diagram-alir-data-dad-data-flow-diagramdfd/
http://octavia-chaniago.blogspot.com/2011/01/pengertian-dan-contoh-dari-dfd-dan-erd.html
http://7enius.wordpress.com/2012/03/11/pengertian-fungsi-dan-contoh-dari-data-flow-diagramdfd/
http://komputer-one.blogspot.com/2009/01/data-flow-diagram-dfd.html
http://syarifhidayat21.blogspot.com/2012/10/teknik-dokumentasi-sistem-data-flow.html 
SYARIF HIDAYAT


Rabu, 30 Oktober 2013

Usaha Kecil Menengah (UKM)



berikut ini adalah tugas wawancara saya guna memenuhi tugas softskill yang di berikan. pada kesempatan kali ini saya mendatangi warnet (warung internet) dekat rumah saya .. 
lalu saya mewawancarai pemilik warnet tersebut .. warnet ini di beri nama "AINET"
berikut pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan :

 Perkiraan biaya dan Rata2 Jumlah Penjualan

1. berapakah Iuran Speedy perbulan ?


         Rp. 750.000,-



2. Berapakah Biaya Listrik perbulan ?
         Rp. 500.000,- 

3. berapakah Gaji pegawai @ 2 orang setiap bulannya ?
    perorang = Rp 500.000             
    untuk 2 orang = Rp. 1.000.000,-

4. berapakah Biaya pemeliharaan setiap bulannya ?
         Rp. 200.000,-
5. Pemilik
         Rp. 850.000,-
6. berapakah Sewa tempat perbulan ?
         Rp. 500.000

Jumlah
               
Rp. 3.800.000,-

Warnet ini berdiri kurang lebih 3 tahun yang lalu. Pemiliknya mempekerjakan 2 orang sebagai operator yang bertugas untuk memonitoring dan mengoperasikan system billing. Warnet ini memiliki 10 bilik client yang dapat dikendalikan dengan aplikasi billing pada computer server. Lalu pemilik akan mendapatkan laporan akhir dari semua kegiatan yang berlangsung pada warnetnya melalui tools yang terdapat pada billing yang berfungsi sebagai penyimpan segala file database warnetnya.

        Aplikasi utama yang digunakan oleh warnet ini bernama Billing Exploler Deskpro6 2007 F9 dan database Access. warnet ini tidak memberikan informasi yang lengkap mengenai penggunaan databasenya. Namun, secara umum, penggunaan database warnet ini digunakan untuk Report Database per hari/bulan/tahun, jumlah transaksi, dan juga File Database Member.




berikut ini adalah diagram dfdnya .

Senin, 28 Oktober 2013

tugas softskill

bab 5
memahami dan mendesain data akutansi
-    Mampu memahami atribut, kunci utama dan kunci asing.
-    Memahami kardinalitas hubungan(1:1, N:1 / 1:N, M:N)

Disini kita akan menjelaskan bagaimana mendesain file data. Focus kita adalah pada perancangan data untuk basis data relasional. Pada basis data relasional data disajikan berupa tabel dua dimensi yang disebut relasi. Data disimpan di table, yang ekuivalen dengan file dan kita menggunakan istilah tersebut berganitan. Kolom dalam tabel disebut sebagai atribut.
Basis data relasional adalah teknologi penting untuk sistem akutansi, yaitu pengumpulan data terkait yang komprehensif yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan, memodifikasi, da menyaring informasi dari basis data.
-    Mengidentifikasi file
File transaksi digunakan untuk mencatat informasi mengenai berbagai kejadian di dalam proses bisnis organisasi. Atribut-atribut record transaksi meliputi data transaksi pelaku yang berhubungan dengan transaksi contohnya : pelanggan, pemasok, tenaga penjual.
File induk menyimpan data acuan dan data ringkasan tentang berbagai entitas yang berkaitan dengan kejadian contohnya : barang/jasa, perusahaan, agen internal, agen eksternal dan buku besar.
-    Kejadian dan file transaksi
Setelah di identifikasi kejadian kejadian dalam proses bisnis dapat mengidentifikasi perlunya file transaksi dalam SIA, mengapa “file(-file) transaksi diperlukan?” alasan (-file) adalah bahwa ini biasanya berguna untuk menyimpan informasi mengenai satu kejadian dalam dua atau lebih file transaksi.
-    Mendokumentasikan file transaksi
Pedoman untuk mengidentifikasi perlunya tabel transaksi, harus adanya kejadian tentang SIA bahwa informasi tidak perlu dicatat dalam siskom. Diantarnya diharuskan :
1.    Menentukan kejadian – kejadian didalam proses
2.    Keluarkan kejadian yang tidak perlu dicatat dalam sistem
3.    Keluarkan kejadian query
4.    Keluarkan kejadian pemeliharaan

-    Kejadian dan table induk sistem informasi yang mendukung suatu proses memerlukan
tabel transaksi maupun tabel induk. Daftar ini akan diperluas dengan menambahkan tabel induk kas dan buku besar contohnya barang/jasa, agen, kas, file induk buku besar.
Secara umum tabel induk digunakan untuk menyimpan data yang relative permanen tentang entitas. Keuntungan penggunaan tabel induk untuk menyimpan data jenis ini diberikan dibagian selanjutnya. Salah satu manfaat dari tabel induk yaitu untuk menghemat waktu entri data dan ruang penyimpanan.

-    Atribut dan hubungan
Analisis kejadian digunakan untuk mengidentifikasi transaksi dan tabel induk yang diperlukan. Konsep menghubungkan tabel transaksi ke tabel induk juga diperkenalkan. Bagian ini menjelaskan tiga konsep penting yang akan membantu anda memperbaiki desain awal yang dikembangkan dari analisis kejadian : 1. Kunci primer, 2. atribut terbuhung 3. Kardinalitas hubungan.

1.    Kunci utama
Yaitu atribut yang secara unik mengidentifikasi record di tabel, ketika record ditambahkan ke tabel setiap record digunakan sebagai nilai kunci utama yang hanya mengidentifikasi record tersebut.
2.    Kunci asing
Yaitu field di tabel yang merupakan kunci utama dibeberapa tabel lainnya. Kunci asing digunakan untuk menghubungkan satu tabel lainnya.
3.    Hubungan antartabel
Yaitu hubungan menunjukan beberapa banyak keterjadian dari satu jenis entitas yang dihubungkan dengan jenis entitas lainnya.

-    Menentukan kardinalitas
Tidak selalu mudah untuk menentukan kardinalitas hubungan, pola kardinalitas harus dilihat untuk membantu kita, bahwa setiap pola membuat dua pernyataan independen tentang hubungan antarentitas.
-    Signifikasi konsep untuk aplikasi basis data
Bagian ini menjelaska pentingnya tiga konsep-kunci utama, kunci asing dan hubungan yang di definisikan terdahulu.
•    Mengimplementasikan dokumen dan laporan.
Paket data seperti ms accses menggunakan tiga konsep ini dalam menggabungkan informasi dari tabel – tabel untuk menjawab pertanyaan pengguna dan dalam menghasilkan dokumen dan laporan.
•    Mengimplementasikan formulir input
Formulir input digunakan untuk membuat entri data lebih akurat dan efisien, desain formulir tergantung pada kunci utama dan kunci asing serta hubungan antartabel.
•    Mengontrol data SIA
1.    Selama menambah record pesanan kita perlu memasukan pelanggan ke peranti lunak, lalu akan memeriksa record pelanggan tersebut yang berhubungan  ada atau tidaknya.
2.    Jika menghapus record pelanggan peranti lunak akan memeriksa apakah terdapat pesanan yang masih belum terpenuhi untuk pelanggan tersebut

Bab 6
Bab ini di mulai dengan pembahasan tentang query. Query adalah elemen penting basis datarelasional. Anda harus memahami fitur query yang baik agar dapat menggunakan peranti lunak DBMS secara efektif.
•    Bahasa Query : pengembang dan pengguna SIA perlu mengkomunikasikan kebutuhan informasi mereka ke DBMS. Bahasa alami seperti bahasa inggris sangat tidak tepat untuk tujuan ini . bahasa query telah di kembangkan untuk memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan DBMS dalam bentuk yg lebih terstruktur.
`     Structured query language (SQL);
      SQL merupakan bahasa standar untuk melakukan query basis data relasional. Pengetahuan mengenai SQL akan memudahkan anda bekerja dengan berbagai peranti lunak DBMS. Format dasar sql sebagai berikut :
Format        Contoh SQL
SELECT atribut        SELECT pemesanan#, tanggal, pelanggan#
FROM tabel        FROM pemesanan
WHERE kriteria        WHERE tanggal=#01/06/2006#
Format ini memungkinkan anda untuk (1) menentukan atribut agar di masukkan dalam output, (2) mengakses data dari table berdasarkan pada suatu kondisi ,(3)menentukan table dari mana atribut yang di gunakan di dalam criteria dapat di peroleh. Kekuatan basis data relasional berasal dari kemampuan untuk menyaring informasi dari table dan menggabungkan imformasi dari banyak table. Anda dapat memasukkan beberapa table terhubung setelah FROM di pernyataan SQL terdahulu.
Query by example(QBE):
QBE adalah suatu pendekatan yang lebih sederhana , meskipun kurang kuat, untuk berkomunikasi tentang basis data. Perancang menentukan output yang di inginkan dari suatu table atau lebih dengan menggunakan sebuah grid. Nama dari setiap atribut (field) yang di inginkan di masukkan ke dalam kolom yang berbeda di dalam grid. Criteria di dalam pemilihan di masukkan di dalam kolom atribut yang sesuai.
Bedasarkan pesanan-pesanan ELERBE akan di gunakan untuk mengilustrasikan dasar-dasar query di sepanjang bagian ini. Penggunaan system ini akan memerlukan contoh informasi berikut dari basis data :
•    Query A    : daftar seluruh publikasi menurut pengarang tertentu
•    Query B     : daftar seluruh pesanan pada tanggal tertentu
•    Query C     : edisi baru publikasi yang akan d rencanakan. Manajer pemasaran ingin menghubungi pelanggan yang memesan sejumlah besar salinan produk ini pada tahun tertentu . asumsi bahwa table ini berisi pesanan-pesanan untuk banyak tahun. Pemasaran menginginkan laporan tersebut memasukkan nama pelanggan, alamat, contact person, telepon, dan jumlah yang di pesan.
•    Query D     : perhatikan query yg sama dengan query c kecuali bahwa kita tidak ingin membatasi output menurut tahun. Jadi kita ingin seluruh pesanan produk tanpa memerhatikan pesanan kita di tempatkan.
•    Query E     : perhatikan query yang sama sepeti query C kecuali manajer ingin bisa menghasilkan laporan seperti itu dengan menerima judul publikasi.

SPESIFIKASI QUERY
•    QUERY SATU TABEL
•    QUERY Banyak Tabel
Menentukan Kriteria dengan Banyak Kondisi
Anda sering kali menentukan query dengan banyak kondisi . di SQL criteria ini di hubungkan oleh operator “AND” sebagai berikut.
    (Tanggal_Pesanan>#31/12/2005# AND Tanggal_Pesanan<#01/01/2007#)AND
    Judul = “Management Informasi System”
    Operator AND merupakan operator Boolean, yang berarti bahwa setiap kondisi di criteria haruslah benar untuk seluruh criteria yang akan di penuhi. Di QBE grid, anda hanya cukup memasukkan kondisi dan melalui default, MS access akan mengasumsikan bahwa kondisi-kondisi ii di hubungkan dengan AND. Kondisi juga dapat dihubungkan dengan operator “OR”. Sebagai contoh kroteria(Judul= “Building Basis data dan Applications” OR Judul= “Management Information System”) akan mencari table-tabel untuk kedua buku tersebut.
QUERY Kompleks dan Pola Navigasi
Bagian terdahulu membahas penggunaan query untuk menyaring secara fleksibel dari basis data. Prosessor query mampu menyajikan yang di pilih dalam suatu desain yang menyerupai kertas kerja. Pada beberapa kasus Hal tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Akan tetapi di banyak kasus terutama untuk query yang melibatkan lebih dari satu table, output yang di tampilkan pada layar setelah menjalankan query  mungkin tidaklah cukup.  Peranti lunak DBMS biasanya memiliki penulisan laporan (report writer) di samping prosessor query.
Di bagian ini kita akan terus menggunakan konsep-konsep desain query dari bagian terdahulu untuk menentukan informasi isi laporan di tinjau daritabel-tabel yang mendasari di dalam basis data. Pehaman jenis-jenis laporan yang biasanya di hasilkan oleh SIA  akan mempermudah anda untuk memahami laporan-laporan tertentu yang di hasilkan oleh paket atau mendesain laporan untuk system informasi. Sebagai pengguna, perancang, dan evaluator system akutansi, akuntan diharapkan memahami dan mampu menginterpretasikan berbagai laporan. Laporan yg dihasilkan oleh SIA sering kali tidak dikenal oleh mahasiswa yang pengalamannya terbatas pada laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.
 Tata Letak Laporan
Sebagian besar laporan memiliki header laporan, header halaman, footer halaman dan footer laporan. Header laporan menunjukan informasi yg diterapkan pada seluruh laporan (misalnya nama laporan, dan perusahaan, tanggal laporan, dan nomor halaman). Di seluruh format laporan yg di tunjukkan, informasi di bagian atas laporan sangat penting untuk memahaminya. Judul yg informative harus di gunakan, tanggal laporan harus di cetak, dan criteria pemilihan data pada laporan harus di buat secara eksplisit.
Header halaman (page header) dapat digunakan untuk menentukan informasi yang tampak di bagian atas halaman. Footer Halaman(page footer) tampak di bagian bawah setiap halaman dan biasanya mencakup nomor halaman; footer laporan (report folder) terlihat satu kali di bagian akhir laporan. Footer laporan biasanya di gunakan untuk menyajikan informasi ringkasan seperti total semuanya. Bagian perincian laporan(report detail) berisi informasi utama di laporan. Bagian ini menyajikan data mengenai berbagai entitas.
Mengelompokkan atribut.=Laporan berkelompok adalah laporan yg di kelompokkan menurut sesuatu. Header Kelompok.=Header kelompok (group header) dapat di gunakan untuk menyajikan informasi umum bagi kelompok tersebut . perincian Kelompok  = transaksi yg berkaitan denga kelompok di sebutkan di bagian perincian kelompok.Footer kelompok=footer kelompok juga dapat digunakan untuk memberikan informasi yg bermanfaat di dalam laporan yang di kelompokkan.
Isi Laporan
Seperti query, perancang harus menganalisis kebutuhan informasi pengguna, kemudian memutuskan data apa yg perlu dimasukkan di dalam setiap laporan. Kemudian tata letak awal laporan dapat di buat dengan dengan table yg memuat unsur-unsur data yg di perlukan utuk laporan tersebut harus diidentifikasi.
Organisasi Laporan
Dengan membaca kerangka desain laporan ,seseorang dapat menentukan hal berikut :
•    Data dikelompokkan menurut produk#
•    Header kelompok memiliki data acuan dari tbael persediaan
•    Bagian perincian kelompok mendaftar transaksi; informasi berasal dari table Perincian_Penjualan dan Tabel Penjualan
•    Footer kelompok meliputi perhitungan ringkasan Jumlah_Barang_di_Gudang_Sekarang.
•    Jumlah_Barang_di_Gudang_Sekarang memerlukan data dari kedua table . dan di hitung sebagai Jumlah_Barang_di_Gudang_Awal.
Laporan Kejadian
Di bagian ini akan di jelaskan tentang beberapa jenis umum laporan SIA dengan menggunakan tata letak dan kerangka desain laporan.  Sebagian besar isi laporan kejadian menggunakan data yg tersedia di dalam table transaksi. Contoh-contoh laporan transaksi  meliputi pemesanan pembelian, faktur pembelian, pengiriman, penerimaan kas, dan laporan produksi.
Daftar Kejadian Sederhana
Daftar kejadian sederhana(simple event lists) menyediakan daftar kejadian yg sederhana selama satu periode waktu yg disusun menurut tanggal kejadian atau nomor transaksi tanpa adanya pengelompokkan atau subtotal.
Laporan Perincian Kejadian Dikelompokkan
Laporan Perincian Kejadian Dikelompokkan(grouped event detail reports) menampilkan daftar kejadian selama satu periode dan umumnya dikelompokkan menurut barang/jasa atau agen.  Laporan seperti itu dapat mencakup data acuan mengenai barang/jasa/agen maupun perincian kejadian yg berhubungan dengan barang/jasa atau agen. Biasanya subtotal dilaporkan pada laporan perincian kejadian dikelompokkan.
Laporan Ringkasan Kejadian
Laporan Ringkasan Kejadian(event summary report) meringkas data kejadian menurut berbagai parameter. Contohya adalah penjualan yg diringkas menurut bulan, atau penjualan yg diringkas menurut pelanggan.
Laporan Satu Kejadian
Laporan Satu Kejadian(single event report)menyajikan perincian mengenai  satu kejadian. Sering kali laporan ini dicetak untuk tujuan dokumentasi atau untuk diberikan kepada pelanggan atau pemasok.
Daftar Acuan Dan Laporan Status
Tidak seperti laporan kejadian yang memfokuskan pada pengorganisasian dan peringkasan data kejadian, daftar acuan dan laporan status memfokuskan pada penyediaan informasi mengenai barang, jasa , atau agen.
Daftar Acuan : daftar acuan (reference list) hanya melaporkan data acuan yg di ambil dari table induk.
Laporan status ; laporan status(status report) menyediakan data ringkasan mengenai barang, jasa, atau agen. Ingat bahwa data ringkasan adalah data di record barang, jasa, atau agen yg meringkas hasil-hasil transaksi masa lalu

bab 7.MEMAHAMI DAN MENDESAIN FORMULIR
Formulir input: isi dan organisasi
Pada bab ini akan membahas tentang bagaimana mempelajari mendesain formulir.
Formulir diperlukan untuk memasukkan pesanan langsung pelanggan kedalam tabel pesanan. Sistem yang mudah dioperasikan tidak mengharuskan pengguna untuk menemukan dimana seluruh data pesanan disimpan dan kemudian melihat atau mencatat data didalam tiga atau empat tabel. Formulir menyajikan antarmuka (interface) yang mudah digunakan untuk pengguna akhir. Pengguna akhir tidak harus mengetahui desain tabel atau mencari tabel-tabel  yang diperlukan untuk menyimpan data mengenai kejadian tertentu.

Analisis kejadian dan formulir
Proses anlisis kejadian dapat digunakan untuk membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan akan formulir input. Contoh nya daftar-daftar kejadian dan mengidentifikasi kejadian kejadian yang memerlukan formulir. Karena kejadian yang didaftar memerlukan informasi dari tabel induk pelanggan dan persediaan, kejadian untuk menyimpan file ini telah ditambahkan kedaftar tersebut.
   
Hubungan antara formulir input dan tabel
Formulir biasanya digunakan untuk menambahkan data ketabel. Terdapat tiga hubungan antara tabel dan formulir. Hanya hubungan pertama saja yang memiliki hubungan satu dengan satu antara formulir dan tabel.
1.Satu formulir untuk mencatat data disatu tabel. Contohnya adalah formulir arsip manajer yaitu digunakan untuk menambahkan data hanya kesatu tabel saja(pelanggan).
2.Satu formulir untuk mencatat data didua tabel atau lebih.contoh nya dormulir entri pesanan yang mengakibatkan penambahan satu record ketabel pesan dan satu record ke tabelperincian_pesanan.
3.Dua formulir atau lebih untuk mencatat data disatu tabel. Contoh nya dua formulir digunakan untuk mencatat data ditabel persediaan, satu untuk mengarsipkan persediaan dan lainnya untuk mengarsipkan harga persediaan.

Jenis-jenis formulir input
Formulir yang digunakan untuk entri data dikelompokan menjadi tiga jenis yaitu formulir entri satu record, formulir bentuk tabel dan formulir entri multitabel.

Cara-cara entri data
Data dapat dimasukkan kedalam sebuah formulir dengan empat cara yaitu:
1.Agen internal mengetik data.
2.Agen internal memilih data untuk dimasukkan dengan menggunakan tabel perincian, tabel radio, atau kotak cek.
3.Agen internal memindai kode batang produk atau kartu identifikasi pelanggan.
4.Pengguna memasukkan data dengan menggunakan formulir disitus web perusahaan.

Mengidentifikasi formulir yang diperlukan
Kebutuhan formulir bergantung pada data apa yang perlu dikumpulkan dan bagaimana data tersebut akan dikumpulkan. Data yang diperlukan diidentifikasi berdasarkan kebutuhan akan informasi mengenai kejadian-kejadian didalam proses dan mengenai agen, barang dan jasa terkait.
Uml use case dapat digunakan untuk membuat model interaksi antara pengguna dengan sistem. Uml case juga dapat digunakan sebagai alatdokumentasi.
Salah satu alat yang dapat digunakan sebagai bantuan dalam mengembangkan diagram use case adalah kerangka kerja CRUD. Kerangka kerja ini menunjukan fungsi-fungsi dasar yang diperlukan untuk sistem manajemen basis data. CRUD adalah kepanjangan dari create read update dan delete.

Mendokumentasikan isi dan organisasi formulir
Seperti lapora, kita perlu mendokumentasikan tata letak maupun isi dan organisasi formulir dalam bentuk data pada tabel-tabel yang mendasari.
Terdapat lima unsur formulir yang memerlukan dokumentasi.
1.Atribut yang dicatat ditabel
2.Atribut yang ditampilakn dari tabel.
3.Field perhitungan.
4.Kunci asing.
5.Query

Interaksi dengan formulir: mengendalikan input SIA
Formulir merupakan pintu masuk kebasis data. Sebagian besar resiko didalam sistem informasi akutansi terjadi pada saat entri data. Data dapat dimasukkan secara tidak akurat atau bahkan secara curang. Jadi, disampingkan merencanakan isi dan organisasi formulir, perancang sistem dan akuntan perlu mengembangkan pengendalian yang efisien dan efektif atas proses entri data.

Elemen-elemen antarmuka formulir
Elemen-elemen antarmuka formulir merupakan objek-objek pada formulir yang digunakan untuk memasukkan informasi atau melakukan tindakan. Seluruh aspek formulir dikendalikan oleh elemen-elemen antar muka.
Beberapa elemen antarmuka yaitu kotak teks, label, fitur pencarian, tmbol perintah, tombol radio, dan kotak cek.

Menigkatkan akurasi dan efisiensi entri data
Alasan penting kedua penggunaan formulir adalah untuk menigkatkan pengendalian internal.
Terdapat 10 pengendalian yang dapat digunakan pada formulir entri untuk menigkantkan akurasi dan efiseinsi entri data:
-Fitur pencarian
-Pemindaian
-Pemerikasaan record
-Konfirmasi
-Integritas referensial
-Pemeriksaan format
-Aturan validasi
-Default
-Melarang field kosong
-Nilai yang dihasilkan komputer
-Meningkatkan pengguna untuk menerima atau menolak data

Pengendalian input dan pengendalian arus kerja
Pengendalian inpur dan arus kerja saling berkaitan. Perbedaan nya pengendalian input mengacu pada pemerikasaan yang dilakukan secara otomatis dengan komputer itu sendiri. Misalnya aplikasi komputer dapat memeriksa keberadaan record yang dibuat selama kejadian terdahulu menampilkan data dari record seperti itu, atau membandingkan nilai yang akan dimasukkan dengan nilai yang disimpan direcord lainnnya.

Mendesain formulir
Pada bagian ini akan dijelaskan bagaimana kita dapat mendesain  formlir secara sistematis untuk aplikasi SIA.

Mengidentifikasi dan mendokumentasi formulir yang diperlukan
Untuk mengidentifikasi formulir yang diperlukan pertama kali kita mengidentifkasi kejadia-kejadian didalam proses bisnis. Contoh nya terdapat 2 kejadian yang dapat diidentifikasikan yaitu melakukan penjualan dan menyetorkan kas.
Formulir entri data satu record: tabel arsip manajer
Formulir satu record: formulir setoran
Formulir entri data bentuk tabel: asrsip persediaan
Formulir entri multitabel:mencatat penjualan